RSS Feeds untuk Berita Resmi Statistik http://www.gabrielbuta.com/pressrelease.html Nilai Tukar Petani (NTP) Desember 2021 sebesar 108,34 atau naik 1,08 persen http://www.gabrielbuta.com/pressrelease/2022/01/03/1880/nilai-tukar-petani--ntp--desember-2021-sebesar-108-34-atau-naik-1-08-persen.html Mon, 03 Jan 2022 00:00:00 +0700
  • Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).
  • NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.
  • NTP nasional Desember 2021 sebesar 108,34 atau naik 1,08 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 1,72 persen lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,63 persen.
  • Secara nasional, NTP Januari–Desember 2021 sebesar 104,64 dengan nilai It sebesar 112,94 sedangkan Ib sebesar 107,93.
  • Pada Desember 2021, NTP Provinsi Kalimantan Timur mengalami kenaikan tertinggi (2,59 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi DKI Jakarta mengalami penurunan terbesar (0,70 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.
  • Pada Desember 2021, terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,83 persen yang disebabkan oleh kenaikan indeks pada seluruh kelompok pengeluaran.
  • Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Desember 2021 sebesar 108,52 atau naik 1,40 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.
  • Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani naik 0,91 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan naik 0,95 persen
    • Dari 1.387 transaksi penjualan gabah di 26 provinsi selama Desember 2021, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 55,59 persen; gabah kering giling (GKG) 27,97 persen; dan gabah luar kualitas 16,44 persen.
    • Selama Desember 2021, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp4.773,00 per kg atau naik 2,64 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.876,00 per kg atau naik 2,60 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp5.064,00 per kg atau naik 0,08 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.171,00 per kg atau turun 0,02 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp4.303,00 per kg atau turun 2,35 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.391,00 per kg atau turun 2,22 persen.
    • Dibandingkan Desember 2020, rata-rata harga gabah pada Desember 2021 di tingkat petani untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing turun sebesar 0,07 persen; 5,46 persen; dan 3,07 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga gabah pada Desember 2021 dibandingkan dengan Desember 2020 untuk kualitas GKP naik sebesar 0,03 persen, sedangkan untuk kualitas GKG dan gabah luar kualitas masing-masing turun sebesar 5,56 persen dan 2,90 persen.
    • Selama Desember 2021, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan terhadap 1.126 observasi beras di penggilingan pada 864 perusahaan penggilingan di 31 provinsi.
    • Pada Desember 2021, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.673,00 per kg, naik sebesar 1,40 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp9.128,00 per kg atau naik sebesar 0,62 persen, dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp8.889,00 per kg atau naik sebesar 2,04 persen.
    • Dibandingkan dengan Desember 2020, rata-rata harga beras di penggilingan pada Desember 2021 untuk kualitas premium, medium, dan luar kualitas masing-masing turun sebesar 1,18 persen; 2,71 persen; dan 1,84 persen.
    ]]>
    Inflasi terjadi pada Desember 2021 sebesar 0,57 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Jayapura sebesar 1,91 persen. http://www.gabrielbuta.com/pressrelease/2022/01/03/1856/inflasi-terjadi-pada-desember-2021-sebesar-0-57-persen--inflasi-tertinggi-terjadi-di-jayapura-sebesar-1-91-persen-.html Mon, 03 Jan 2022 00:00:00 +0700
  • Pada Desember 2021, terjadi inflasi sebesar 0,57 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,66. Dari 90 kota IHK, 88 kota mengalami inflasi dan 2 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Jayapura sebesar 1,91 persen dengan IHK sebesar 105,87 dan terendah terjadi di Pekanbaru sebesar 0,07 persen dengan IHK sebesar 106,53. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Dumai sebesar 0,13 persen dengan IHK sebesar 107,70 dan terendah terjadi di Bukittinggi sebesar 0,04 persen dengan IHK sebesar 106,59.
  • Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,61 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,22 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,10 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,24 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,16 persen; kelompok transportasi sebesar 0,62 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,10 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,24 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnyasebesar 0,25 persen. Kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks,yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,10 persen. Sementara kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan.
  • Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Desember) 2021 dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2021 terhadap Desember 2020) sebesar 1,87 persen.
  • Komponen inti pada Desember 2021 mengalami inflasi sebesar 0,16 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Desember) 2021 dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Desember 2021 terhadap Desember 2020) adalah sebesar 1,56 persen.
  • ]]>
    Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada November 2021 mencapai 153,20 ribu kunjungan dan Jumlah penumpang angkutan udara internasional pada November 2021 naik 42,26 persen. http://www.gabrielbuta.com/pressrelease/2022/01/03/1868/jumlah-kunjungan-wisman-ke-indonesia-pada-november-2021-mencapai-153-20-ribu-kunjungan-dan-jumlah-penumpang-angkutan-udara-internasional-pada-november-2021-naik-42-26-persen-.html Mon, 03 Jan 2022 00:00:00 +0700
  • Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada November 2021 mencapai 153,20 ribu kunjungan, naik 6,04 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan pada November 2020. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, jumlah kunjungan wisman pada November 2021 juga mengalami kenaikan sebesar 3,06 persen.
  • Dari Januari hingga November 2021, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 1,48 juta kunjungan, turun 61,82 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2020.
  • Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada November 2021 mencapai 47,83 persen, naik sebesar 7,69 poin dibandingkan dengan TPK November 2020. TPK November 2021 juga mengalami peningkatan sebesar 2,21 poin dibandingkan dengan TPK Oktober 2021.
  • Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama November 2021 tercatat sebesar 1,59 hari, sama dengan rata-rata lama menginap pada November 2020.

    • Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang diberangkatkan pada November 2021 sebanyak 3,5 juta orang atau naik 19,81 persen dibanding Oktober 2021. Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 42,26 persen menjadi 74,4 ribu orang. Selama Januari–November 2021, jumlah penumpang domestik sebanyak 26,1 juta orang atau turun 9,26 persen, dan jumlah penumpang internasional sebanyak 531,3 ribu orang atau turun 85,23 persen dibanding periode yang sama tahun 2020.
    • Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada November 2021 tercatat 1,3 juta orang atau naik 5,43 persen dibanding Oktober 2021. Jumlah barang yang diangkut turun 2,72 persen menjadi 26,3 juta ton. Selama Januari–November 2021 jumlah penumpang mencapai 13,6 juta orang atau naik 5,71 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2020, sedangkan jumlah barang yang diangkut naik 4,23 persen atau mencapai 287,1 juta ton.
    • Jumlah penumpang kereta api yang berangkat pada November 2021 sebanyak 15,3 juta orang atau naik 15,60 persen dibanding Oktober 2021. Berbeda dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut kereta api mengalami penurunan 7,69 persen menjadi 4,8 juta ton. Selama Januari–November 2021 jumlah penumpang mencapai 132,3 juta orang atau turun 23,33 persen dibanding periode yang sama tahun 2020. Hal berbeda untuk jumlah barang yang diangkut kereta api naik 11,10 persen menjadi 49,0 juta ton.
    ]]>
    Pada Desember 2021, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik 0,73 persen http://www.gabrielbuta.com/pressrelease/2022/01/03/1892/pada-desember-2021--indeks-harga-perdagangan-besar--ihpb--umum-nasional-naik-0-73-persen.html Mon, 03 Jan 2022 00:00:00 +0700
  • Pada Desember 2021, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik sebesar 0,73 persen terhadap IHPB November 2021. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 1,68 persen.
  • Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Desember 2021 antara lain cabai rawit, kelapa sawit, cabai merah, bawang merah, telur ayam ras, minyak goreng, semen, dan daging ayam ras.
  • Perubahan IHPB di tahun kalender 2021 adalah sebesar 2,91 persen dan perubahan IHPB tahun ke tahun sebesar 2,91 persen.
  • IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Desember 2021 naik sebesar 0,57 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas semen, besi beton, pasir, rangka atap baja, pipa pvc, dan batu fondasi bangunan.
  • ]]>
    Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional November 2021 Naik Sebesar 0,13 Persen http://www.gabrielbuta.com/pressrelease/2021/12/15/1841/upah-nominal-harian-buruh-tani-nasional-november-2021-naik-sebesar-0-13-persen.html Wed, 15 Dec 2021 00:00:00 +0700 ? Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan.
    ? Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.
    ? Upah riil buruh tani adalah perbandingan antara upah nominal buruh tani dengan indeks konsumsi rumah tangga perdesaan, sedangkan upah riil buruh bangunan adalah perbandingan upah nominal buruh bangunan terhadap indeks harga konsumen perkotaan.
    ? Upah nominal harian buruh tani nasional pada November 2021 naik sebesar 0,13 persen dibanding upah nominal buruh tani Oktober 2021, yaitu dari Rp57.009,00 menjadi Rp57.081,00 per hari. Sementara itu, upah riil buruh tani mengalami penurunan sebesar 0,26 persen.
    ? Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada November 2021 naik 0,04 persen dibanding Oktober 2021, yaitu dari Rp91.290,00 menjadi Rp91.326,00 per hari. Sementara upah riil mengalami penurunan sebesar 0,33 persen.
    ]]>
    Ekspor November 2021 mencapai US$22,84 miliar dan Impor November 2021 senilai US$19,33 miliar http://www.gabrielbuta.com/pressrelease/2021/12/15/1829/ekspor-november-2021-mencapai-us-22-84-miliar-dan-impor-november-2021-senilai-us-19-33-miliar.html Wed, 15 Dec 2021 00:00:00 +0700 A. PERKEMBANGAN EKSPOR
    • Nilai ekspor Indonesia November 2021 mencapai US$22,84 miliar atau naik 3,69 persen dibanding ekspor Oktober 2021. Dibanding November 2020 nilai ekspor naik sebesar 49,70 persen.
    • Ekspor nonmigas November 2021 mencapai US$21,51 miliar, naik 2,40 persen dibanding Oktober 2021, dan naik 48,38 persen dibanding ekspor nonmigas November 2020.
    • Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–November 2021 mencapai US$209,16 miliar atau naik 42,62 persen dibanding periode yang sama tahun 2020. Demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$197,98 miliar atau naik 42,00 persen.
    • Peningkatan terbesar ekspor nonmigas November 2021 terhadap Oktober 2021 terjadi pada komoditas bahan bakar mineral sebesar US$211,3 juta (5,39 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$811,4 juta (24,17 persen).
    • Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–November 2021 naik 35,42 persen dibanding periode yang sama tahun 2020, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 4,03 persen dan ekspor hasil tambang dan lainnya naik 94,28 persen.
    • Ekspor nonmigas November 2021 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$5,41 miliar, disusul Amerika Serikat US$2,54 miliar dan Jepang US$1,64 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 44,61 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$4,14 miliar dan US$1,80 miliar.
    • Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–November 2021 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$30,71 miliar (14,68 persen), diikuti Kalimantan Timur US$22,00 miliar (10,52 persen) dan Jawa Timur US$21,06 miliar (10,07 persen).

    B. PERKEMBANGAN IMPOR
    • Nilai impor Indonesia November 2021 mencapai US$19,33 miliar, naik 18,62 persen dibandingkan Oktober 2021 atau naik 52,62 persen dibandingkan November 2020.
    • Impor migas November 2021 senilai US$3,03 miliar, naik 59,37 persen dibandingkan Oktober 2021 atau naik 178,79 persen dibandingkan November 2020.
    • Impor nonmigas November 2021 senilai US$16,30 miliar, naik 13,25 persen dibandingkan Oktober 2021 atau naik 40,79 persen dibandingkan November 2020.
    • Peningkatan impor golongan barang nonmigas terbesar November 2021 dibandingkan Oktober 2021 adalah mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya US$425,5 juta (25,61 persen). Sedangkan penurunan terbesar adalah serealia US$127,9 juta (26,78 persen).
    • Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–November 2021 adalah Tiongkok US$49,50 miliar (32,42 persen), Jepang US$13,27 miliar (8,69 persen), dan Thailand US$8,20 miliar (5,37 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$26,36 miliar (17,27 persen) dan Uni Eropa US$9,65 miliar (6,32 persen).
    • Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari–November 2021 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada barang konsumsi US$4.752,5 juta (36,73 persen), bahan baku/penolong US$38.737,9 juta (41,65 persen), dan barang modal US$4.217,0 juta (19,92 persen).
    • Neraca perdagangan Indonesia November 2021 mengalami surplus US$3,51 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas US$5,20 miliar. Sedangkan di sektor migas terjadi defisit US$1,69 miliar.
    ]]>
    Inflasi terjadi pada November 2021 sebesar 0,37 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Sintang sebesar 2,01 persen. http://www.gabrielbuta.com/pressrelease/2021/12/01/1770/inflasi-terjadi-pada-november-2021-sebesar-0-37-persen--inflasi-tertinggi-terjadi-di-sintang-sebesar-2-01-persen-.html Wed, 01 Dec 2021 00:00:00 +0700
    • Pada November 2021 terjadi inflasi sebesar 0,37 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,05. Dari 90 kota IHK, 84 kota mengalami inflasi dan 6 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sintang sebesar 2,01 persen dengan IHK sebesar 113,80 dan terendah terjadi di Bima dan Pontianak masingmasing sebesar 0,02 persen dengan IHK masing-masing sebesar 105,89 dan 107,06. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Kotamobagu sebesar 0,53 persen dengan IHK sebesar 107,95 dan terendah terjadi di Tual sebesar 0,16 persen dengan IHK sebesar 108,77
    • Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,84 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,09 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,14 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,35 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen; kelompok transportasi sebesar 0,51 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,18 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,22 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,37 persen. Sementara kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan serta kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan.
    • Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–November) 2021 sebesar 1,30 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (November 2021 terhadap November 2020) sebesar 1,75 persen.
    • Komponen inti pada November 2021 mengalami inflasi sebesar 0,17 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–November) 2021 sebesar 1,40 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (November 2021 terhadap November 2020) sebesar 1,44 persen.
    ]]>
    November 2021, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik 0,32 persen http://www.gabrielbuta.com/pressrelease/2021/12/01/1782/november-2021--indeks-harga-perdagangan-besar--ihpb--umum-nasional-naik-0-32-persen.html Wed, 01 Dec 2021 00:00:00 +0700
  • Pada November 2021, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik sebesar 0,32 persen terhadap IHPB Oktober 2021. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 1,09 persen.
  • Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada November 2021 antara lain telur ayam ras, kelapa sawit, cabai merah, batu bara, minyak goreng, semen, dan pupuk urea.
  • Perubahan IHPB di tahun kalender 2021 adalah sebesar 2,16  persen dan perubahan IHPB tahun ke tahun sebesar 2,71 persen.
  • IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada November 2021 naik sebesar 0,54 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas besi beton, semen, pipa pvc, rangka atap baja, dan besi konstruksi bangunan.
  • ]]>
    思思99热久久精品在线20,日本东京热AV一区二区三区,91在线观看动漫免费,SWAG在线手机视频,国产 欧美日韩在线视频,大陆国产主播自慰视频连麦,少女萝莉头像,国产网红无码合集其他